Peringati Hari Pancasila, Ansor Pegiringan Ajak Napak Tilas Perjuangan Ulama Nahdlatul Ulama

Pancasila rumah kita
Rumah untuk kita semua
Nilai dasar indonesia
Rumah kita selamanya

Untuk semua puji namanya
Untuk semua cinta sesama
Untuk semua warna menyatu
Untuk semua bersambung rasa
Untuk semua saling membagi
Pada semua insan, sama dapat sama rasa
Oh indonesiaku (oh indonesia)

Demikian lirik lagu “ Pancasila Rumah Kita” Ciptaan Franky Sahilatua. Judul “Pancasila Rumah Kita” mengandung makna, Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia adalah tempat kembali segala pengambilan kebijakan Bangsa Indonesia. Pancasila menjadi salah satu dasar yang menentukan arah perjalanan Bangsa Indonesia untuk mencapai cita cita seluruh bangsa.  Lagu ini mengarahkan masyarakat Indonesia untuk merefleksikan kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang harus dipertahankan untuk melawan perang modern.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Pekan Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Pengurus GP. Ansor Ranting Pegiringan menggelar Acara peringatan Pancasila yang dikemas dengan kegiatan Doa dan Renungan untuk Indonesia. Kegiatan berlangsung  di Masjid Al Muttaqin, Jum’at 2 Juni 2017.

Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus NU, Ansor dan Banser Ranting Pegiringan, Pengurus PAC Ansor Bantarbolang, tokoh masyarakat, Takmir Masjid Al Muttaqin dan Masyarakat. Acara peringatan hari lahir Pancasila tersebut dikemas secara sederhana dengan kegiatan safari Ramadhan Ansor ranting Pegiringan. Acara dibuka oleh sekretaris ansor sdr. Imam dilanjutkan pembacaan Istighosah, Yasin Fadilah dan Al waqiah untuk mendo’akan leluhur NU karena kebetulan tanggal 7 Ramadhan juga bertepatan dengan 72 tahun wafatnya  Hadratussyaikh KH. Hasyim As’Ari Pendiri Nahdlatul Ulama.

Ust. Khumaeni selaku pengurus BKM Masjid Al Muttaqin menyambut baik kegiatan tersebut, diharapkan kegiatan Ansor ini mampu membangkitkan semangat pemuda untuk meramaikan kegiatan kemasjidan dan NU di Pegiringan. Sementara itu Ketua Ansor ranting Pegiringan, Slamet Riyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila,  Ansor Pegiringan  menyelenggarakan do’a dan renungan  sebagai upaya mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila. Perayaan Pekan Pancasila dalam rangka menguatkan dasar-dasar Pancasila kepada para generasi muda, khususnya kader Ansor sehingga seluruh komponen bangsa Indonesia khususnya di Desa Pegiringan dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan berbangsa dan beraktivitas sehari-hari, paparnya

Ust. Nur Fathoni, S,Pd.I, sebagai penceramah dalam kegiatan ini ini menegaskan, Syariat Islam sebenarnya sudah diterapkan di Indonesia. Karena, umat Islam dari dulu sampai sekarang dapat menunaikan salat, zakat dan syariah lainnya dengan aman dan tenang. Karena itulah Islam di Indonesia dapat berkembang baik dengan cara-cara yang dilakukan Walisongo.

Ustad Muda yang juga sebagai pengajar di MTS Nurul Ulum Pegiringan ini mengajak masyarakat untuk napak tilas mengingat kembali sejarah bangsa Indonesia dimana NU tidak bisa lepas dari sejarah Indonesia. NKRI berdiri tidak lepas dari perjuangan para ulama dan santri berserta seluruh elemen bangsa. Semua ikut serta berperang melawan penjajah. Jiwa dan raga bahkan nyawapun dipertaruhkan untuk membela bangsa dan tanah air. Semua itu tidak lepas dari peranan Kyai. KH Hasyim As’ary salah satu ulama yang berjuang dengan gigih melawan penjajahan Belanda. Santri-santri dikerahkan untuk membela tanah air, kehormatan dan martabat serta agama. Itulah ajaran Islam yang mewajibkan kepada setiap pemeluknya membela tanah airnya.

Begitu juga dengan Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila ada, juga atas jasa para ulama NU, sala satunya adalah KH. Wahid Hasyim. KH Wahid Hasyim adalah salah satu perumus Pancasila, itulah arti penting kita membaca sejarah. Kalau bicara Indonesia dan Pancasila, maka Kita akan berbicara NU, maka dari dari itu wajib hukumnya bagi warga NU menjaga NKRI, menjaga Pancasila. Pancasila merupakan kristalisasi ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sebagai warga NU bukan hanya wajib mengamalkan, tetapi juga wajib mengamankan Pancasila, karena menjaga NKRI dan Pancasila sama halnya dengan menjaga kehormatan para Ulama NU. (admin)

 

Share kabar ini :

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentLuv badge